About

Aikido Bina Nusantara

UKM Aikido di Universitas Bina Nusantara berdiri pada tahun 1994. Aikido adalah suatu “SENI“ beladiri murni yang berasal dari Jepang. Aikido berasal dari kata “Ai” yang berarti harmonis, “Ki” yang berarti tenaga, dan “Do” yang berarti jalan sehingga secara singkat Aikido adalah seni beladiri yang memanfaatkan tenaga lawannya. Tujuan Aikido adalah mengajarkan orang bagaimana caranya tidak bertindak dengan kekerasan. Secara umum, UKM Aikido di Bina Nusantara merupakan sebuah dojo (tempat latihan) cabang Jakarta Barat yang dibawahi oleh KBAI (Keluarga Beladiri Aikido Indonesia) dimana KBAI tersebut juga membawahi sebagian besar dojo cabang Aikido di Jakarta dan daerah sekitarnya

Visi & Misi

Visi 
Sebagai wadah seni beladiri Aikido yang mengutamakan perdamaian sebagai filosofi dasar, perilaku rendah hati, kepedulian terhadap sesama, serta menjadi sarana untuk pembangunan moralitas dalam mewujudkan generasi muda yang tangguh, disiplin dan cinta damai.

Misi 
merupakan sarana pelatihan dan pengembangan bakat generasi muda dalam seni beladiri Aikido melalui teknik dan filosofi dasarnya yang berpotensi untuk meningkatkan akhak dan budi, serta menciptakan solidaritas sosial yang peduli terhadap sesama.

Profile Aikido 

Seni beladiri aikido tidak mengutamakan kekuatan fisik. Tua-muda, besar-kecil, pria-wanita, semua dapat mengikuti latihan aikido.

Beladiri seringkali dikaitkan dengan kekerasan sehingga membuat orang menjadi takut. Hal ini berlawanan dengan prinsip aikido itu sendiri yang didasarkan pada filosofi cinta kasih, perdamaian dan keharmonisan. Aikido menjunjung tinggi arti sebenarnya dari beladiri itu sendiri, yang terbagi atas 2 kata utama : Bela dan Diri. Dari ke-2 kata tersebut, beladiri pada prinsipnya ditujukan untuk membela dan melindungi diri sendiri, dimana jika dapat membela diri sendiri, maka ia sepantasnya barulah dapat membela dan melindungi orang lain. Aikido tidak pernah menganjurkan untuk dipelajari dengan niat dan keinginan untuk menjatuhkan ataupun melukai, sebaliknya sebagai suatu sarana untuk perlindungan diri (self protector), serta sebagai dasar pembentukan suatu keharmonisan pikiran dan jasmani didasari damai dan cinta kasih.

Pertanyaannya, bagaimana kita membela diri dengan ”kasih”?
Dalam prakteknya, teknik aikido ditujukan untuk menetralisir, memanfaatkan, ataupun membalikkan tenaga lawan. Dengan kata lain, semakin lawan berusaha menyakiti dan memperbesar tenaganya dalam hal tersebut, sebesar itulah yang akan diterimanya akibat ”pembalikan/konversi” energi dan tenaga kepada dirinya sebagai efek dalam teknik aikido sehingga ia akan kalah dan netral akibat serangannya sendiri. Hampir tidak ada sesuatu yang bisa disebut serangan dalam aikido karena aikido… tidak dipakai untuk ”menyerang”, tapi lebih ke arah ”menetralkan” serangan lawan.

Latihan Rutin

Senin dan Kamis
18.00 hall lt.3 kampus Syahdan

info:
Aphe 08568566226
Dedi 085691306556

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s